Wajah diam sangar menerawang
Menyingkap tabir cakrawala
Tersendat kaku gemulai lemah
Tak terbatas rasa jiwa tersila
Apakah kau tau perasaan itu?
Hancur, remuk dan luluh lantak
Serasa hati tersayat belati
Serasa jasad terbakar amarah
Tapi pada siapa?
Aku hanya tertunduk dan kembali menerawang
Kutatap sebuah poster wajah penguasa
Dasi panjang bergelantungan
Badan tegap wajah bersinar
Senyum terlihat paras pendusta
Kembali ku kupandangi diriku
Jauh........................dari tingkatan
kutarik poster itu
Menggantikan dasi panjang dengan dasi kupu-kupu
Mencoreng parasnya dengan bulu bulu
Aku tertawa............................................
Ha ha ha ha ha ha ha
Kulihat persis seperti preman banci
Aku senang bisa menggantikan dirinya dengan yang asli
Karena dunia tidak suka dengan imitasi
Aku terbentuk begini karena dia
Dan aku bahagia ada orang seperti aku
Pecundang dunia.
Kamis, 15 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar